“We ought to think that we are one of the leaves of a tree, and the tree is all humanity. We cannot live without the others, without the tree. ( Pablo Casals ) Vienna International Christian Islamic Summer University (VICISU) 2016 oleh Universitas Wina dan Kementerian Sains dan Riset Austria, masih terngiang hangat di kepala. Sebuah program musim panas yang menyatukan Professor dan 40 mahasiswa terbaik dari 16 negara se Eropa dan non Eropa, seperti Afganistan, Pakistan, Lebanon, Saudi Arabia, Maroko, Indonesia, Singapura, Amerika, Iran, Austria, Jerman, Turki, Bosnia, Ghana dan Oman. Menghabiskan 15 jam perjalanan udara dari negeri saya Indonesia dan 24 hari berjalan diatas cahaya, haus akan pengalaman dan lapar akan ilmu. Banyak hal yang saya pelajari di negeri orang, tak hanya ragam budaya yang penuh ketertarikan untuk dibahas, tapi sebuah pertemuan ragam agama yang begitu sulit untuk saya mengerti. Juga, kesabaran saya habis untuk sekedar berdiam diri. Seringkali saya berang...
Memutar jarum pandang publik, seharusnya pemerintah tidak perlu menyibukkan diri pada peningkatan infrastruktur demi memperlancar pengerukan dan pengapalan bahan-bahan mentah ke luar negeri, sementara lirih pada anak-anak bangsa yang disekolahkan mahal lalu berakhir pengangguran. Melejitnya angka sarjana muda namun berakhir di depan layar kaca televisi di rumah, menonton kabar negerinya tentang pengerukan dan pengapalan batubara atau hasil tambang. Kalau begitu kenyataan yang terus terjadi, maka kita tidak perlu universitas. Karena keadaan negara kita layak orangtua yang menjual sawahnya untuk membelikan sepeda motor pada anaknya dan dijadikan tukang ojek. Terlalu bangga diri atau sebaliknya. Masifnya pemberitaan mengiyangkan bahwa Indonesia telah mencanangkan visi 2025 untuk menjadi salah satu negara maju di dunia, masuk rentetan 20 negara dengan skala ekonomi terbesar di dunia, namun secara kwalitas nilai tambah ekonomi Indonesia masih sangat rendah, ekspor ki...